Thursday, 21 July 2016

Spesifikasi Teknis

= SPESIFIKASI TEKNIS =

Pekerjaan   
:
.................................................
Lokasi
:
.................................................
Panjang
:
.................................................
Lebar
:
.................................................






BAB I

PEKERJAAN SIPIL



PASAL 1.1

PEKERJAAN UMUM



1.1.1                KETENTUAN  UMUM / PERSYARATAN UMUM

spesifikasi teknis
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Umum
Spesifikasi  ini harus  dibaca  bersama  dengan  semua  kontrak  dokumen yang lain. Jika ada perbedaan definisi yang bersifat administrative antara Spesifikasi  ini  dengan  Dokumen  Persyaratan  Umum  dan/atau Persyaratan   Kontrak   ”pelaksanaan   konstruksi   maka  definisi   tersebut merujuk   pada   Dokumen   Persyaratan   Umum   dan/atau   Persyaratan Kontrak.


1.1.2                GAMBARAN PROYEK

Proyek Pembangunan Gedung Instalasi Bedah Sentral RSUD Arjawinangun, berlokasi di Kabupaten Cirebon.


1.1.3                LINGKUP PEKERJAAN

a)         Pekerjaan  ini  meliputi  penyediaan  tenaga  kerja,  bahan-bahan, peralatan  dan  alat-alat  bantu  serta  cara  kerja  yang  dibutuhkan dalam   pelaksanaan   pekerjaan   sehingga   dapat   dicapai   hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

b)         Pada spesifikasi  teknis  ini diatur  seluruh  pekerjaan  berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku, baik yang bersifat daerah, nasional, maupun internasional, serta berdasarkan jenis bahan/material, cara pelaksanaan (metoda) dan sistem yang dibutuhkan.

c)         Seluruh pekerjaan akan dikelola (manage) oleh Direksi Pekerjaan, yaitu  dalam  hal  Koordinasi  dan  Pengawasan,  mencakup  Mutu hasil  kerja  (Kualitas),  Waktu  pelaksanaan  (Skedul),  dan Pembiayaan.


d)     Seluruh  pekerjaan  yang  berkaitan  dengan  estetika,  penentuan warnanya harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Konsultan Perencana serta mendapat persetujuan dari Pemilik (Owner).


1.1.4                PERATURAN-PERATURAN YANG DIPAKAI

a)         Peraturan-peraturan/standar setempat yang biasa di  pakai
 b)         Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971; NI-2.
c)         Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia 1961; NI-5. d)         Peraturan Semen Portland Indonesia 1972; NI-8.
e)         Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah Setempat.

f)          Ketentuan-ketentuan    Umum   Untuk   Pelaksanaan    Pemborong Pekerjaan Umum (A.V) No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaran Negara No. 14571.

g)         Petunjuk-petunjuk dan Peringatan-peringatan  lisan maupun tertulis yang diberikan Direksi Pekerjaan.

h)         Standard Normalisasi Jerman (D.I.N.).

i)          American Society for Testing and Material (A.S.T.M). j)          American Concrete Institute (A.C.I).
k)         Semen Portland harus memenuhi NI-8, SII 0013-81 dan ASTM 



 

 

 

 Untuk Lebih Lengkap silahkan DOWNLOAD Dokumen ini 


 






No comments:

Post a Comment